Minggu, 28 April 2013

Kecantikan Hati (2)

Berjuta-juta perempuan terbius oleh iklan media, yang menstandarkan kecantikan. Wanita menjadi rela memanipulasi fisiknya melalui berbagai teknik, dengan biaya berapa pun besarnya, misalnya operasi plastik, untuk memperoleh bentuk fisik sebagaimana yang disyaratkan oleh standar kecantikan versi khalayak.

Berbagai teknologi dan perangkat kecantikan telah menjadi lahan industri yang bernilai komersiil tinggi. Untuk kepentingan industri kosmetika dan segenap perangkat pendukungnya itu, wanita terus-menerus dirangsang, melalui berbagai media, untuk memuja kecantikan artifisial semata.

Female dan fashion menjadi dua kata sakti demi sejumlah besar devisa. Wanita yang menjadi korban tanpa sadar telah tergiring pada hedonisme yang meruntuhkan nilai asing yang melekat dalam dirinya. Sejarah telah mencatat deretan panjang nama wanita yang mengalami kehidupan tragis akibat terbius oleh obsesi keabadian kecantikan artifisial tersebut.

Hal di atas adalah apa yang diistilahkan sebagai tabaruj jahiliyyah (cara berhias ala jahiliyah). Jauh-jauh hari Islam telah mengingatkan wanita muslim untuk menghindarinya. Dalam Islam, perhiasan wanita yang terindah adalah takwa dan kesalehannya (QS 7:26). Nilai-nilai ketakwaan dan kesalehan ini akan melahirkan pribadi luhur yang memancarkan keagungan jiwa yang terwujud dalam akhlakul karimah. Itulah kecantikan sejati atau dalam terminologi modern dikenal sebagai the inner beauty (di bab selanjutnya akan saya jabarkan trik untuk mengasah inner beauty).

Cantik memang merupakan Predikat itulah yang didambakan oleh banyak wanita dari zaman ke zaman pada berbagai peradaban. Kebutuhan tampil cantik memang merupakan naluri setiap wanita normal, sehingga pada derajat tertentu, kecantikan menjadi sesuatu yang universal dan menjadi bagian dari kultur sebuah masyarakat. Karenanya, persepsi mengenai kecantikan menjadi sesuatu yang nisbi dan sangat dipengaruhi oleh pandangan hidup (ideologi) yang mendasari gaya hidup suatu masyarakat.
Berdandan agar tampil cantik tentu boleh-boleh saja, terlebih bila untuk menyenangkan hati suami, asal saja tetap dalam batas-batas rambu yang telah ditetapkan oleh Sang Khalik - agar kecantikan dapat menjadi rahmat dan bukannya penyebab laknat. Tapi, penampilan fisik yang prima hanya akan berharga bila disertai oleh keimanan yang teguh, akal yang cerdas, tutur bahasa yang santun dan perilaku yang lurus.

Maka jika ada perempuan yang hidungnya mancung, tinggi, dan bertubuh seksi, sementara ia tak pernah shalat, dan kehidupannya diisi dengan senam setiap hari, maka ia buruk di mata Islam.
Jadi, yang terbaik wanita yang seperti apa? Tegas saya jawab, perempuan yang terbaik adalah yang cantik luar-dalam. Dalam bab selanjutnya akan saya jabarkan soal tersebut!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kecantikan Hati (2)

  • Tetap Bugar, Sehat, dan Cantik Selama Puasa RamadhanTips Sehat dan Cantik Saat Puasa - Alhamdulillah. Ketika artikel ini ditulis, bulan sya’ban sudah masuk. Di ujung sya’ban pintu Ramadhan lalu akan terbuka. Dan kita mau ...
  • Memilih Gamis Untuk Acara PestaMemilih Gamis Untuk Acara Pesta - Sebagian dari anda mungkin tak berani memakai gamis saat ke pesta. Kenapa? padahal gamis sangat layak untuk dipakai ke acara pesta, apa ...
  • Cara Mudah Memutihkan Kulit, Murah, dan AlamiCara Mudah Memutihkan Kulit, Murah, dan Alami. Memiliki kulit putih bersinar memang menjadi dambaan kebanyakan orang, khususnya kaum perempuan. Meski kecantikan tidak ha ...
  • Inilah Rahasia Kecantikan Para Artis Yang Belum TerungkapRahasia Kecantikan Para Artis - Jika anda punya uang banyak, dan anda ingin cantik itu mudah, gampang sekali. Tengoklah Siti Nurhaliza, bintang tersohor dari negeri jira ...
  • Ukuran KecantikanTahukah anda, sekitar dua puluh persen perempuan merasa minder, tidak percaya diri bila ada yang kurang dalam dirinya. Sebut saja masalah wajah, warna kulit, dan bentuk ...

0 komentar:

Posting Komentar